Klayatan 3 Gg. Bougenvile No. 24 RT. 03 RW. 02, Kel. Bandungrejosari, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65148 WA : 081334480610

Bersama Ust. KH. Mohammad Syaefulloh

Taklim rutin hari Ahad malam di masjid Nur Hidayah

Bersama Ust. Jafar dari Batu

Pelaksanaan Sholat Jumat, 24 Januari 2024 di masjid Nur Hidayah

Jumat Berkah

Penyaluran sodaqoh dari jamaah untuk Jumat Berkah

Peringatan Isra Miroj Tahun 2023M

Pengurus dan Takmir Masjid bersama Ust. KH. Achmad Shulton

Kerja Bhakti

Penambahan tiang speaker TOA dan pembuatan pagar keliling atap masjid

Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2024

Jadwal Khotib & Imam Sholat Jumat 2025

Jadwal Imam dan Khotib Sholat Jum'at 2025

FILE PDF :

 


FILE GAMBAR :




Share:

Sabtu, 24 Februari 2024

Menyambut Malam Nisfu Sya'ban 1445H

Disampaikan oleh Ust. Ahmad Sudana Faisol, S.Pd

Di masjid Nur Hidayah, ba'da Maghrib, Sabtu 24 Februari 2024






Share:

Kamis, 08 Februari 2024

Jumat Berkah di Masjid

Pelaksanaan Sholat Jumat dan Jumat Berkah
Share:

Jangan Tinggalkan Sholat

KATA SAMBUTAN BUKU “JANGAN TINGALKAN SHALAT”

  


الحمدُ للهِ الذي جعلَ الصلاةَ عمادَا لهذا الدِّينِ المتين, وكِتَاباً مَوقُوتَاً على عباده المؤمنينَ, وحثَّنا عليها في الذِّكرِ المُبينِ فَقالَ: حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك الحق المبين، وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله النَّاصِحُ الصَّادِقُ الوعد الأمينُ. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد خاتم الانبياء وإمام المرسلين  وعلى آله وأصحابه أجمعين وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد.

Buku  dengan judul “Jangan Tinggalkan Shalat” merupakan karya terjemah dari Al-Maghfurlah KHM Badruddin Anwar. Buku ini merupakan terjemah dari kitab “Az-Zajr An Tark As-Shalat” karya Syeikh Zayni Dahlan.

Al-Maghfurlah KHM Badruddin Anwar semasa hidupnya sangat concern terhadap urusan shalat terutama shalat berjamaah. Semasa beliau mengasuh santri, beliau sendiri mengabsen para santri yang ikut shalat berjamaah sehingga beliau mengetahui siapa yang ikut shalat berjamaah dan siapa yang tidak.

Tidak berhenti di situ, beliau lalu memberikan punishment kepada para santri yang tidak ikut shalat berjamaah dengan berbagai macam cara seperti memanggil mereka untuk diberikan nasehat dan motivasi, menghukum mereka dengan berdiri, membaca burdah dan lain sebagainya.  

Pemilihan kitab “Az-Zajr An Tark As-Shalat” sebagai karya terjemahan beliau merupakan bukti pendukung bahwa beliau sangat memperhatikan urusan shalat berjamaah. Dan beliau menyatakan harapan dari karya buku terjemah ini yang dinyatakan dalam kata pengantar yaitu agar dapat menjadi pendorong dan pembangkit ke arah istiqomah dalam mendirikan shalat.

Maka dari itu kita pahami secara implisit bahwa dalam pemilihan kitab sebagai karya terjemah bukan atas dasar ketenaran suatu kitab atau kehebatan dan keindahannya namun beliau memilih kitab untuk diterjemah atas dasar dibutuhkannya materi kandungan satu kitab atau “anfa’u” (yang lebih bermanfaat) dan atas dasar bantu membantu (Ta’awanu alal birri wat taqwa) sebagaimana beliau tegaskan dalam kata pengantar.

Dengan demikian seakan-akan beliau mengingatkan kepada kita bahwa yang orang terbaik bukanlah orang yang memiliki jabatan tinggi, sawah yang luas, rekening dengan sederet digit ataupun prestasi yang wah, namun ia adalah “Anfa’uhum Lin Nas” orang yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesama. Dan dengan niatan menolong maka beliau mengajarkan agar dalam setiap aktifitas yang kita kerjakan agar senantiasa diniati untuk menolong orang lain agar kita mendapat pertolongan dari Allah SWT “Wallahu Fi Awnil Abdi Ma Kanal Abdu Fi Awni Akhihi”.

Dengan memahami latar belakang ini maka kita tidak lagi memandang karya terjemah ini sebagai karya kitab yang kecil namun sebaliknya kita akan memahami bahwa dibalik buku yang kecil ini ada niat yang besar dan mulia dari beliau sebagaimana hadits Nabi SAW menyatakan bahwa satu amal itu tergantung kepada niatnya.

Selanjutnya kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada tim dan semua yang berpastisipasi dalam penerbitan ulang buku terjemah yang disertai dengan kitab asal serta tahqiqnya. Semoga hal ini menjadi suatu usaha mulia yang bisa menghidupkan kembali ruh dan nilai-nilai teladan yang telah diajarkan oleh Al-Maghfurlah KHM Badruddin di masyarakat pada umumnya dan kalangan para santri pada khususnya.

Semoga ini semua menjadi “ilmin yuntafa’u bih” yang akan terus mengalir pahalanya kepada semua yang turut andil dalam penerbitan buku ini terutama kepada Al-Maghfurlah KHM Badruddin dan Syeikh Zayni Dahlan. Amin.

Bululawang, 11 Desember 2023

 

Dr.H.Fathul Bari, SS.,M.Ag

Share:

Minggu, 04 Februari 2024

Ahad, 28 Januari 2024

Pengajian Rutin

Oleh : Ust. Syaiful dari Kasin











Share:

Jumat, 24 Januari 2024

Khotib dan Imam : Ust. Jafar dari Batu

Bilal : Bapak Sugeng














Share:

Statistik

Translate

Scan Lokasi

KHATAMAN KHOTMIL QUR'AN

FOLLOW ME